Tinggal beberapa hari lagi sebuah fenomena alam tahun dimana matahari akan tepat berada di lintasan tengah bumi atau garis equator yang akan menimbulkan efek benda tanpa bayangan jika posisinya berdiri tegak.
Fenomena ini terjadi pada tanggal yang sama setiap tahunnya dan terjadi juga dua kali dalam setahun.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Pontianak, Sy Saleh menuturkan jika fenomena itu terjadi setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.
Berbagai kegiatan selalu dirangkaikan dengan kegiatan Titik Kulminasi ini, untuk di Kota Pontianak kegiatan terpusat di Tugu Khatulistiwa yang berada Pontianak Utara yang merupakan daerah perlintasan garis lintang bumi.
Jika berada di Garis Equator seorang juga berdiri di belahan bumi bagian Utara dan Selatan.
Sy Saleh menuturkan berbagai agenda telah disusun untuk perayaan Titik Kulminasi 21-23 Maret 2018 ini dan akan ada yang berbeda dari sebelumnya.
"Tahun ini kita akan menghadirkan Planetarium LAPAN dari Bandung supaya ada edukasi masyarakat. Jadi mereka bisa tahu fenomena apa yang terjadi dan j bisa menambah wawasan masyarakat," ucapnya saat melakukan pres konferensi, Senin (19/3/2018).
Selain itu, Saleh menambahkan pihaknya juga akan lebih banyak melibatkan komunitas masyarakat dalam perayaan tersebut.
Kemudian untuk acara puncak Titik Kulminasi dimana matahari tepat berada dilintasan garis khatulistiwa Pukul 11.50 WIB.
Selain itu, Sy Saleh menuturkan akan ada peluncuran pesawat tanpa awak yang dibuat oleh pemuda Pontianak.
"Ada juga pertunjukan robot kuntilanak, Band SMA, Barongsai, ada olahraga masyarakat serta kuliner," ujarnya.
Ada suatu hal yang membanggakan dimana setiap tahunnya para pengunjung yang hadir selalu meningkat dan tak hanya dari dalam negara Indonesia melainkan yang datang juga dari luar negeri.
"Kita promosikan Kita share dari dunia maya, selalu ada peminat dari Jepang, Korea, Rusia, Perancis. Saat bersamaan juga ada rakornas pariwisata, semoga orang pusat datang," pungkasnya.

Instagram: @alzri_parwansyah